0


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Ikhwati Fillah ........
Saya harap Anda mau merenungi kisah tentang turunnya Malaikat Jibril as. pertama kali kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Bukankah kalimat pertama kali yang mengajak kita berpikir ialah kalimat agung, yang menjadi permulaan wahyu yang turun kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, yakni kalimat “Bacalah!”
Bisa saja wahyu pertama kali turun dengan dimulai kalimat yang lain selain kalimat tersebut. Akan tetapi, Al-Qur`an yang turun selama dua puluh tiga tahun ini dimulai dengan kalimat “Bacalah!”
Padahal, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam adalah seorang yang ummi (tidak bisa membaca). Betul, kalimat ini ditujukan kepadanya, sementara beliau sendiri tidak bisa membaca. Lantas apa hikmah dibalik itu semua ........??


Walaupun beliau juga memiliki ribuan keutamaan dan akhlak mulia, sehingga sebenarnya bisa saja Al-Qur`an memulai dengan membicarakan masalah akhlak Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Tetapi, wahyu yang turun kepada penutup para rasul itu dimulai dengan menggunakan kalimat perintah yang jelas, to the point, ringkas, dan dalam satu kalimat yang mengandung arti sebagai pedoman hidup manusia, yakni kalimat “Bacalah!”
Karena Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tidak tahu bagaimana cara membaca, dan apa yang dibaca, maka beliau menjawab dengan tegas, “Saya tidak bisa membaca.” Beliau mengira bahwa jawabannya tersebut membuat Malaikat Jibril berpindah kepada masalah yang lain atau menjelaskan maksud dari perkataannya.
Namun, Malaikat Jibril as. malah memeluk Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dengan sangat kuat. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam hampir pingsan karenanya. Kemudian Malaikat Jibril mengulangi perintahnya yang sangat singkat, yakni “Bacalah!”
Dalam hal ini Malaikat Jibril tidak menambahi sedikti pun kalimat itu. Adapun Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam tidak tahu apa yang ia inginkan dan apa yang ia maksud. Bahkan, tidak tahu siapa ia dan bagaimana ia datang ke tempat tersebut.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam melihat sosok asing dihadapannya yang menegaskan satu makna –tidak lebih- yakni, “Bacalah!” Maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam berkata kedua kalinya, “Saya tidak bisa membaca.”
Kemudian Malaikat Jibril berbuat seperti semula, memeluk Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam dengan sangat kuat sehingga beliau hampir pingsan. Setelah itu, Malaikat Jibril as. berkata untuk yang ketiga kalinya, “Bacalah!” Maka, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menjawab, “Saya tidak bisa membaca.” Kali ini Malaikat Jibril kembali memeluk Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam untuk kali ketiga, kemudian melepaskannya dan membacakan surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5.
Ikhwati Fillah ........
Semua itu terjadi sebelum Malaikat Jibril as. mengatakan kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bahwa ia adalah Malaikat yang diutus Rabb penguasa langit dan bumi. Semua itu terjadi sebelum ia memberi tahu bahwa beliau adalah utusan Allah dan yang baru dibacanya tadi adalah Al-Qur`an. Semua itu terjadi sebelum ia mengatakan bahwa agama yang baru ini adalah islam. Sebelum semua itu, Malaikat Jibril as. hanya mengatakan kalimat perintah, hanya satu kalimat ...... “Bacalah!”
Sesungguhnya Al-Qur`an itu berjumlah lebih dari 77.000 kata. Sebagaimana juga tercantum ribuan kalimat perintah dalam Al-Qur`an, misalnya “Dirikanlah shalat,” “Bayarlah zakat,” “Berjihadlah di jalan Allah,” “Dan suruhlah berbuat baik dan cegahlah dari yang mungkar,” “Bersabarlah atas musibah yang menimpamu,” “Bersedekahlah dengan rezeki yang diberikan kepadamu,” “Bertaubatlah kepada Allah,” dan masih banyak lagi. Akan tetapi, satu di antara kalimat-kalimat perintah ini ada kalimat perintah yang turun pertama kali, yakni kalimat “Bacalah!”. Kalimat perintah ini tidak cukup dengan ditempatkan di permulaan saja, tapi lima ayat yang pertama turun dari Al-Qur`an semua berbicara tentang membaca, dan kalimat “Bacalah!” diulangi sampai dua kali dalam surah Al-‘Alaq.
Kata pena (Al-Qalam) disebutkan sebagai penegas pada surah tersebut, sehingga perintah itu sangat konkret. Maksud dari membaca ialah membaca sesuatu yang ditulis dengan pena, tanpa ada kata-kata kiasan yang mengandung arti lain.
Setelah itu, barangkali kita akan bertanya-tanya, “Mengapa kita harus membaca?” selain itu, “Apakah membaca itu sebagai sarana atau tujuan?”
Membaca adalah sarana dan kita membaca agar kita tahu. Hal ini sebagaimana yang Allah jelaskan dalam lima ayat yang pertama turun dari Al-Qur`an. Allah swt. Berfirman:
Bacalah dengan menyebut nama Rabb-mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Rabb-mulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-‘Alaq 1-5)
Dengan demikina, “tahu” adalah tujuan dari membaca. Allah swt. tidak memulai Al-Qur`an dengan kata-kata, “Belajarlah”. Namun, Dia menyebutnya denan tegas “Bacalah!”.
Sungguh tidak ada keraguan bahwa disana ada banyak cara untuk belajar, seperti dengan mendengar, melihat, pengalaman, dan latihan. Akan tetapi, sarana yang paling agung tetap “Membaca”. Dengan hal ini, seakan Allah swt. mangajarkan kepada kita bahwa meskipun disana ada sarana yang banyak untuk belajar, namun kita harus tetap membaca.
Oleh karena itu Ikhwati Fillah ...........
Ada baiknya kalau kita renungkan hal tersebut yang kemudian menghasilkan suatu tindakan dan memulai untuk selalu dan selalu membaca dimanapun ......

Dengan membaca kita bisa tahu ...
Dengan membaca kita tidak akan ketinggalan ....
Dengan membaca kita bisa maju ....
Dan Dengan membaca kita bisa kuasai dunia ......

IKHWATI FILLAH KETAHUILAH .......
UMAT TIDAK AKAN MAJU TANPA MEMBACA.
KARENA ITU, SALAH SATU TOKOH YAHUDI MENGATAKAN,
“KITA TIDAK TAKUT DENGAN ORANG ISLAM. SEBAB, ORANG ISLAM ADALAH UMAT YANG TIDAK MEMBACA.

RENUNGKANLAH AYYUHAL IKHWAH ....



Dikirim pada 03 November 2009 di
Awal « 1 » Akhir
Profile

hamba Allah yang berusaha ta`at kepadaNya dengan jalan mencari dan mempelajari ilmu. More About me

Page
Categories
BlogRoll
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 21.313 kali


connect with ABATASA